Friday, November 9, 2012

Sejarah Uang (Ekonomi)


 Sejarah Uang
Ada yang berpendapat uang pertama kali muncul dalam bentuk koin disepanjang pesisir mediterania, sekitar tahun 700 SM. Namun ada juga yang mengatakan bahwa uang aling pertama digunakan di Mesopotamia, sekitar tahun 2500 SM. Wujudnya perak. Masyarakat di kawasan Eufrat dan Tigris itu telah menggunakan perak sebgai alat tukar, penentu nilai suatu barang, dan penentu kemakmuran seseorang. Berikut ini dijelaskan tahap penggunaan uang dari zaman ke zaman.
   Tahap sebelum barter
Pada tahap ini kehidupan ekonomi masyrakat masih sangat sederhana. Apa yang mereka dapatkan itulah yang mereka manfaatkan untuk kehidupan.
   Tahap barter
Dengan berkembangnya jumlah penduduk, semakin banyak pula kebutuhan terhadap berbagai macam barang. Maka mereka akan menukarkan berang-barang yang mereka miliki dengan orang lain yang mau menukarkan barang-barang yang mereka butuhkan. System ini disebut barter in natura atau hanya disebut barter. Syarat-syarat agar barter dapat terjadi adalah sebagai berikut:
1.   orang yng melakukan pertukaran harus memilika barang yang ditukarkan.
2.   Orang yang melakukan pertukaran harus membutuhkan barang yang akan dipertukarkan.
3.   Barang-barang yang dipertukarkan harus memiliki nilai yang sama.
Kesulitan menggunakan system ini adalah sebagai berikut:
1.   harus ada dua pihak yang saling membutuhkan.
2.   Tidak ada kesatuan alat untuk menghitung nilai suatu barang atau jasa.
3.   Perdagangan tidak dapat dilaksanakan secara kredit karena tidak ada kesatuan hitung untuk menentukan nilai barang atau jasa yang pembayarannya ditunda.
4.   Sulit untuk mengukur nilai pendapatan dan kekayaan atau simpanan yang dimiliki masyarakat.
   Tahap uang barang
Dengan adanya beberapa kesulitan dalam sisitem barter, muncullah benda-benda tertentu yang memperlancar proses pertukaran. Contohnya kulit harimau, kerang dll. Benda itu dapat menjadi alat tukar karena pada saat itu dianggap memenuhi syarat, yaitu :
1.      Diterima oleh umum
2.      Memiliki nilai tinggi dan bersifat stabil
3.      Bersifat praktis
4.      Mudah disimpan
5.      Jumlahnya sedikit, jarang, serta sulit diperoleh
6.      Sangat digemari masyarakat
   Tahap uang logam
Penggunaan uang barang pun masih memiliki kelemahan yaitu :
1.      Nilai yang dipertukarkan belum memiliki pecahan
2.      Banyak jenis uang yang hanya berlaku secara local disetiap wilayahnya.
3.      Uang barang sulit dalam penyimpanan dan pengangkutan.
Maka penggunaan uang barang beralih ke penggunaan uan logam yang terbuat dari emas dan perak.
   Tahap uang kertas
Pada tahap selanjutanya penggunaan emas dan perak kurang diminati karena memiliki kelemahan, untuk mengatasi kelemahan tersebut maka pemilik uang bertransaksi tidak dengan membawa uang, tetapi cukup dengan menunjukan bukti kepemilikan emas dan perak yang ditulis dikertas, sejak itulah uang kertas berlaku.
   Tahap uang giral
Perkembangan kehidupan perekonomian yang semakin meningkat menuntut adanya alat yang mudah, praktis dan lebih aman. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka orang menciptakan uang giral.

&     Menurut Robertson, uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang.
&     Menurut R.S Sayers dala, bukunya Modern Bangking, uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dipembayaran utang.
&     A.C Pigou dalam bukunya The Veil Of Money mengatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai alat tukar.
&     Albert Gailort Hart menyatakan bahwa uang adalah kekayaan  yang dapat digunakan oleh pemiliknya untuk melinasi utangnya pada jumlah tertentu pada waktu itu juga.
&     Rollin G. Thomas menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang diterima umum dalam pembayaran (pembelian) barang-barang, jasa-jasa, da pelunasan utang.
            Berdasarkan beberapa definisi tentang uang dapat kita simpulkan bahwa uang adalah segla sesuatu yang umum diterima sebagai alat penukar. Alat pengukur nilai, dan pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.


Fungsi uang dalam masyarakat dapat dikelompokan menjadi 2 yaitu sebgai berikut:
*        Fungsi Asli (primair function)
#     Uang sebagai alat penukar (Medium of Exchange)
Dengan uang kita tidak perlu lagi menggunakan system barter, maka akan dapata mempermudah pertukaran barang dan memperlancar perekonomian.
#     Uang sebagai satuan hitung (Unit of Account)
Untuk menyatakan nilai suatu barang.
*        Fungsi turunan (derivative function)
#     Uang sebagai alat pembayaran
#     Uang sebagai penimbun kekayaan
#     Uang sebgai alat pemindah kekayaan
Jenis uang menurut bahan dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu:
$      Uang kartal (chartal)
Istilah chartal yang dalam bahasa Indonesia kartal berasal dari bahasa latin yang berarti kertas. Pada mulanya uang kartal memang hanya terbuat dari kertas. Uang kartal dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan dicetak oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) yang terletak di kebayoran Baru, Jakarta. Uang kartal adalah uang yang diterima oleh masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah karena dilindungi oleh undang-undang. Uang kartal yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia ada dua yaitu:
ø  Uang Logam, adalah uang yang terbuat dari logam tertentu, seperti emas, perak, perunggu, tembaga, atau alumunium. Biasanya kita mengenal uang logam dalam pecahan kecil, seperti Rp100,00, Rp500,00, dll. Sebenarnya pemerintah juga mengeluarkan uang yang bernilai besar yang terbuat dari emas yang terdiri dari pecahan Rp125.000,00, Rp250.000,00, dan Rp 750.000,00. Sejak tanggal 18 Agustus 1990 uang tersebut sudah beredar, namu orang lebih banyak menjadikan uang tersebut sebgai koleksi.
ø  Uang kertas, adalah uang yang terbuat dari kertas. Biasanya memiliki nilai nominal yang lebih besar dari nilai intristsiknya, oleh karena itu uang kertas sering disebut uang kepercayaan ( fiduciary money) .
$      Uang giral (demand deposit)
Uang Giral adalah alat pembayaran berupa surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh bank kepada sesesorang atau lembaga karena mempunyai simpanan di bank yang bersangkutan. Pembayaran dengan uang giral dapat dilakukan dengan menggunakan yaitu sebgai berikut:
ð  Cek, adalah surat perintah kepada bank untuk membayara sejumlah uang kepada pihak tertentu, biasanya pembawa cek tersebut.
ð  Bilyet Giro, adalah surat perintah kepada bank untuk memindahkan sejumlah uang dari rekening tabngan pihak yang bertantad tangan di dalamnya pada rekening tabungan oihak tertentu.
ð  Pemindahan telegrafis (telegrafis transfer), pembayaran yang dilakukan dengan pemindahan antarrekening disuatu bank yang sama.tetapi pembayarannya dilakukan melalui telegram.

A. Nilai nominal dan Nilai Intrinsik
o   Nilai nominal adalah nilai uang yang sesuai denga yang tertulis diatas uang.
o   Nilai intrinsic adalah nilai bahan mata uang.
B. Nilai Internal dan Nilai External
o   Nilai internal adalah nilai yang dapat diukur dengan jumlah barang dan jasa yang dapat ditukar dengan uang itu.
o   Nilai External adalah nilai yang besarnya berdasarkan kemampuan uang tersebut bila ditukarkan dengan mata uang asing.

Mata uang luar negeri bagi kita merupakan mata uang asing dan biasa disebut valuta asing. Arti kata valuta sendiri adalah alat pembayaran. Kurs valuta asing adalah nilai uang asing yang dinyatakan dalam rupiah. Ada 3 macam kurs, yaitu sebagai berikut:
$       Kurs Beli, yaitu apabila bank/money changer akan membeli valuta asing, atau pada saat kita akan menukarkan valuta asing yang kita miliki ke dalam rupiah.
$       Kurs Jual, yaitu kurs yang diguakan apabila bank/money changer menjual valuta asing, atau apabila kita akan menkarkan rupiah dengan valuta asing.
$       Kurs Tengah adalah kurs antara kurs jual dan kurs beli.
                                   

Tabel Valuta Asing beberapa Negara



No
Valuta Asing
Kurs Beli
(Rp)
Kurs jual
(Rp)
1.
Dolar USA
9.050
9.075
2.
Euro
10.950
9.075
3.
Dolar Australia
6.400
6.500
4.
Pounds Inggris
16.350
16.650
5.
Dolar Singapura
5.200
5.300
6.
Dolar Hongkong
1.125
1.200
7.
Dolar Kanada
6.750
6.850








Tingkat uang yang beredar harus selali terkontrol agar selalu terjaga stabolitas harga dan pertumbuhan ekonomi, maka pemerintah dapat mengambil kebijakan-kebijakan monometer. Pemerintah melalui Bank Indonesia dapat mempengaruhi peredaran uang melalui kebijakan berikut:
*      Operasi Pasar Terbuka, adalah kegiatan pembelian dan penjualan surat-surat berharga yang dilakukan oleh Bank Sentral untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar.
*      Politik Diskonto adalah kebijakan yang dilakukan oleh Bank sentral untuk mengatur itngkat bunga yang berlaku.
*      Kebijakan cadangan wajib adalah suatu kebijakan Bank Sentral yang mengharuskan ban-bank umum untuk memelihara cadangan wajib.
*      Pengawasan kredit dengan selektif, salah satu cara pengawasan kredit secara selektif adalah secara himbauan moral, yaitu Bank Sentral secara informal turut mempengaruhi kebijakan bank-bank umum.

Menurut John Maynard Keynes, ada 3 motif mengapa orang menyimpan uang tunai yaitu:
1. Motif transaksi, adalah penyimpanan uang tunai oleh seseorang agar dapat melakuka transaksi yang bersifat rutin.
2. Motif berjaga-jaga, salah satu motif orang menyimpan uang adalah untuk berjaga-jaga seperti pada saat sakit.
3. Motif spekulasi.